Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital: Seni Merawat Diri di Tengah Bising Dunia Maya

Oleh: Bunda

Pernahkah bunda merasa lelah bukan karena kerja fisik, tapi karena “terlalu banyak lihat layar”? Seolah dunia maya tak pernah tidur, notifikasi berdatangan, berita silih berganti, dan perbandingan di media sosial membuat hati sering gelisah. Inilah tantangan terbesar kesehatan mental di era digital.

Ketika Dunia Maya Menguasai Dunia Nyata

Teknologi memang memudahkan hidup. Kita bisa bekerja dari rumah, silaturahmi lewat video call, hingga mencari ilmu tanpa batas.

Namun, sisi lain tak bisa dipungkiri:

  • Notifikasi berlebihan memicu stres.
  • Sosial media membuat kita membandingkan diri dengan orang lain.
  • Informasi yang terlalu banyak membuat pikiran mudah penuh.

Jika tidak bijak, dunia maya bisa mencuri kebahagiaan kita di dunia nyata.

Self-care: Seni Merawat Diri

Di tengah bising digital, kita butuh seni sederhana bernama self-care. Bukan berarti harus liburan mahal, cukup langkah kecil:

  1. Digital Detox – matikan notifikasi, atau puasa media sosial sehari.
  2. Mindful Moment – nikmati teh hangat tanpa terganggu layar.
  3. Olahraga Ringan – sekadar stretching 10 menit bisa mengurangi stres.
  4. Tidur Berkualitas – jauhkan gadget 30 menit sebelum tidur.
  5. Spiritual Recharge – dekatkan diri pada Tuhan lewat doa & dzikir.

Pelajaran Hidup

Kesehatan mental bukan sekadar “tidak stres”, tapi kemampuan menjaga hati tetap tenang meski dunia di luar berisik. Era digital bukan musuh, ia bisa jadi sahabat bila kita mampu mengendalikan, bukan dikendalikan.

Penutup

Hidup sehat di era digital adalah tentang keseimbangan. Gunakan teknologi secukupnya, rawat diri dengan penuh cinta, dan jangan lupa hadir untuk diri sendiri serta orang-orang tercinta.

🌸 Karena hati yang tenang adalah kunci hidup yang lebih bermakna.


Posting Komentar untuk "Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital: Seni Merawat Diri di Tengah Bising Dunia Maya"